Pelatihan Angkatan 1 Diklat DMB

Pada tanggal 2-4 Mei 2017, ADRA Indonesia bekerja sama dengan BNPB menyelenggarakan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana bagi Relawan Advent Angaktan Pertama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan ini berlangsung di Gedung Pertemuan Advent, lantai 5, Ruang JISDAC, di Jalan M.T. Haryono Kav.4-5 Blok A, Jakarta. Pada kesempatan ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Laksda TNI (Purn.) Willem Rampangilei, hadir membuka acara Diklat dan sekaligus menyampaikan Keynote Speaker yang sangat jelas dan tegas terkait Peta Kesiapsiagaan Bencana di Indonesia. Beliau memaparkan data-data fakta dan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah RI, khususnya BNPB, untuk menanggulangi bencana-bencana di Indonesia. BNPB telah mendapatkan mandat melalui Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, dan melalui upaya-upaya penyuluhan, edukasi, dan pelatihan seperti yang sedang dilakukan oleh ADRA Indonesia saat ini, diharapkan masyarakat Indonesia mengubah paradigma dari tanggap darurat kepada pengurangan risiko bencana, menjadi siap untuk menghadapi bencana dan tangguh apapun bencana yang dihadapi, sehingga pertumbuhan kesejahteraan masyarakat meningkat.

  1. Adapun tujuan dari penyelenggaraan Diklat Dasar Manajemen Bencana ini adalah:
    Meningkatkan kesadartahuan, kepedulian, kapasitas dan kesiapsiagaan bencana dari peserta diklat, khususnya di wilayah kerja DKI Jakarta dan sekitarnya;
  2. Meningkatkan peran serta jemaat GMAHK lokal sebagai relawan-relawan bencana dalam aksi-aksi mitigasi di masyarakat dan para fasilitator kesiapsiagaan bencana di wilayah kerja masing-masing peserta diklat; dan
  3. Mendorong peserta diklat untuk jenjang profesional kebencanaan BNPB.

Para peserta pelatihan terlihat sangat senang mengikuti setiap sesi yang diadakan. Berbagai kegiatan kelompok dan bersama, serta presentasi kelompok yang dilakukan telah membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menemukan hal-hal baru yang praktis, seperti sistem peringatan dini, model-model mitigasi, tas siaga bencana, dan yang terpenting adalah mengubah paradigma dari tanggap darurat kepada pengurangan risiko bencana. Banyak hal baru yang diketahui dan dipelajari baik secara individu, kelompok kecil maupun secara umum.

Semoga apa yang dipelajari selama Diklat dan tugas dari rencana tindak lanjut oleh masing-masing peserta Diklat di daerah masing-masing akan memberikan manfaat bagi ketangguhan masyarakat, sekaligus terus membangun semangat kita untuk berjuang demi kemanusiaan.

 

bagikan artikel ini...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0